RSS

Belum divaksin tidak berarti belum Imunisasi

22 Jun
System Imun

System Imun

Beberapa masih menganjurkan vaksin pada bayi, padahal sudah jelas sebagian besar sumber vaksin dari bahan-bahan yang haram. Selama ini kita selalu terkecoh, yang namanya Imunisasi itu bayinya harus di suntik vaksin sama perawat, di masukan virus yang dilemahkan. Padahal memberikan tetesan minyak Habatus Sauda kepada bayi itupun merupakan imunisasi, menggosok-gosokan kurma ke langit-langit mulut bayi adalah imunisasi, meminumkan sesondok madu di saat bayi dalam keadaan sehat adalah bentuk imunisasi. Islam tidak pernah mengharamkan imunisasi, bahkan Rasulullah memberi contoh bagaimana melakukan imunisasi.

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”.
(HR. Al-Bukhari (no. 5769) dan Muslim (no. 2047) (155)), dari Shahabat Sa’ad bin Abu Waqqash)

Alasan-alasan vaksin yang tidak masuk akal,

1. Menggunakan virus yang dilemahkan. Seperti yang kita pahami, kita sepakat bahwa rokok adalah haram, meskipun si perokok menggunakan filter diujungnya untuk melemahkan racun nikotin, maka apa bedanya dengan vaksin dari sumber virus yang dilemahkan, banyak kasus terjadi bayi malah bertambah sakit.

Seperti yang kita ketahui bersama, virus-virus yang dilemahkan itu memang Racun bagi bayi, disuntikkan karena dengan harapan tubuh bayi menolak racun itu dengan mengaktifkan system Anti Bodi di tubuhnya.

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik…” (QS. Al-Maa`idah : 5), adakah yang berani mengatakan bahwa virus yang dilemahkan termasuk makanan yang baik-baik. Padahal virus ini sudah jelas adalah sumber penyakit.

Memasukan virus yang dilemahkan ke dalam tubuh bayi menyebabkan bayi berada dalam dua kondisi, tubuh bayi sanggup melawannya atau tidak sanggup melawannya, ini seperti menjatuhkan bayi dalam kondisi kebinasaan.

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah : 195)

2. Menggunakan bahan-bahan yang diharamkan. Jika yang mengkonsumsinya adalah non muslim meskipun setiap bayi terlahir dengan fitrah, bagi mereka ini tidak ada masalah, tapi bagi kita sebagai muslim yang taat, maka apakah kita mau memasukan zat haram ke tubuh bayi, padahal kita sendiri sangat jijik jika mengkonsumsinya.

(Dari abul-jauzaa – blogspot : Ada sementara orang yang membolehkan dari sisi bahwa dzat yang diharamkan (misal : enzim dari babi) telah lebur dan tidak lagi berwujud dalam vaksin tersebut. Alasan ini – menurut saya – sungguh sangat sulit untuk diterima. Dari ‘Anas : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang khamr yang dijadikan cuka, maka beliau menjawab : “Tidak boleh” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1983, Abu ‘Awaanah no. 7977, Ahmad 3/119 & 180 & 260, Abu Daawud no. 3675, At-Tirmidziy no. 1294, Abu Ya’laa no. 4045 & 4051, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Aatsaar no. 3335-3339, Al-Baihaqiy 6/36, Al-Qaasim bin Sallaam dalam Al-Amwaal no. 282, dan yang lainnya].
Wujud khamr di sini sama sekali sudah berubah menjadi cuka. Sebagaimana dipahami, khamr yang mengandung etanol berbeda secara kimiawi dengan cuka, Namun beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam tetap melarang seseorang sengaja memanfaatkan khamr menjadi cuka. )

Kesimpulannya,

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 22, 2012 in tulas -tulis

 

One response to “Belum divaksin tidak berarti belum Imunisasi

  1. azid

    November 22, 2013 at 6:50 am

    Nice info. Imunisasi versi islami🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s