RSS

Wanita mudah masuk surga tapi..

28 Feb

Islam tidak pernah melarang wanita bekerja, tapi Islam mengatur bagaimana wanita itu bekerja. Dalam Islam, seorang wanita tidak boleh bekerja menjadi tujuan utama hidup atau menyita waktu hidupnya. Allah menciptakan wanita untuk mendidik generasi selanjutnya, mengatur urusan rumah tangga. Islam membolehkan kaum wanita bekerja selama tidak menjadikannya dia bercampur baur dengan bukan mahramnya dari kaum laki-laki. Seperti berjualan di rumahnya, menerima jahitan baju, membuat kue dan banyak lagi pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan di rumah, bisa juga menjadi guru bagi anak-anak TK dan SD yang mereka belum aqil baligh, menjadi bidan membantu wanita melahirkan.

Tapi apa yang terjadi, zaman sekarang wanita berlomba-lomba meninggalkan rumah, mencari pekerjaan, dari sekedar buruh, pegawai negeri, karyawan swasta bahkan menjadi artis atau penyanyi dan menjadi pejabat tinggi. Bahkan seandainya pekerjaannya itu lebih menyita waktunya diluar rumah atau menuntut dia tampil di depan publik atau menuntutnya berpakaian yang mengharuskan dia menunjukkan auratnya, baginya tidak peduli, yang dia pedulikan bahwa dia akan mendapatkan harta. Dan para wanita ini, tidak merasa cukup dengan harta yang di dapat suaminya, baik sedikit ataupun banyak, mereka tidak bertawakal kepada Allah.

Ketika mereka bekerja, mereka selalu berusaha menipu diri sendiri dengan mengatakan bahwa ini untuk masa depan anaknya, juga masa depan dirinya. Padahal masa depan sebenarnya bukan di dunia yang fana ini, tapi di akhirat sana. Para wanita karir ini merasa bahwa mereka sudah mendapat pengecualian dari Allah karena niat baik mereka, merasa sudah mendapat keringanan. Padahal itu semua hanyalah busuk belaka, niat sebenarnya para wanita itu adalah bermegah-megahan, mereka merasa malu bila di tangannya tidak ada sebuah gelang emas, di jarinya tidak ada sebuan cincin emas dan di lehernya tidak mengantung kalung emas.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At Takaatsur:1-2)

Dan tidak ada yang menghentikan itu semua kecuali sudah masuk kedalam kubur.

“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.” (QS. At Takaatsur:3-4)

Penyelasan dari perbuatan itu tidak akan berguna jika sudah di akhirat nanti.

Mayoritas Penghuni Neraka

Nabi Shallallahu’alahi sallam sudah mewanti-wanti, bahwa mayoritas penghuni neraka adalah para wanita, bukan mereka menjadi kafir kepada Allah Azza Wa Jalla, tapi mereka tidak menganggap kebaikan suaminya kecuali hanya angin lalu saja. Merasa kurang sehingga para wanita ini berfikir harus mencari sendiri, lagi-lagi dengan alasan demi masa depan.

“Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka terbanyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu’alahi sallam bersabda:

“Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Surga diperlihatkan kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Ketika neraka diperlihatkan kepadaku, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang kaya dan kaum wanita.” (HR Ahmad)

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ammarah bin Khuzaimah bin Tsabit, ia berkata, “Sewaktu kami menunaikan haji atau umrah bersama Amru bin Ash, kami melewati daerah Zhahran dan mendapati seorang wanita yang sedang berada di dalam tenda tengah memperlihatkan sebuah cincin yang dipakainya,lalu kami berpaling darinya. Dan pada waktu kami bersama Rasulullah saw. di sebuah lembah, kami menemukan beberapa ekor burung gagak. Salah satu di antara burung-burung tersebut mempunyai paruh berwarna merah serta kaki berwarna putih, kemudian beliau bersabda, ‘Seorang wanita tidak akan dapat masuk surga kecuali ia seperti burung gagak di tengah-tengah burung lain yang berada di sebuah lembah.'” (HR. Ahmad)

Rasulullah Shallallahu’alahi sallam bersabda, “Saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.” Para sahabat bertanya, “Mengapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka mengingkari keluarga dan kebaikan-kebaikan suami. Jika sekiranya engkau berbuat baik kepadanya, lalu ia melihat sedikit kekurangan darimu, maka ia berkata: ‘Saya tidak melihat suatu kebaikan darimu sama sekali’.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu’alahi sallam bersabda: “Allah tidak akan memandang istri dengan pandangan rahmat, yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal istrinya butuh kepadanya.” (HR. An-Nasai, Baihaqi dan Hakim. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, no. 289)

Asma’ al-Anshariyah meriwayatkan, melalui anaknya Yazid, “Suatu ketika Nabi Shallallahu’alahi sallam lewat di depan saya. Ketika itu saya tengah bersama dengan wanita-wanita tetanggaku. Lalu Nabi memberi salam kepada kami dan berkata, “Hindarilah mengingkari kebaikan-kebaikan orang-orang yang memberi.” Saya adalah orang yang berani menanyakan masalah itu kepada Nabi Shallallahu’alahi sallam. Saya pun bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksud dengan mengingkari orang-orang yang memberikan nikmat?” Beliau menjawab, “Boleh jadi salah seorang di antara kalian begitu lama tidak mendapatkan jodoh, kemudian Allah memberikan rizki untuknya suami dan anak-anak. Setelah itu ia mulai marah-marah dan mengingkari kebaikan suaminya seraya berkata, ‘Saya tidak pernah melihat sedikit pun suatu kebaikan darimu’.” (HR. Ahmad, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Tirmidzi dan ia menghasankannya. Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 800)

Wanita Mudah Masuk Surga

Padahal jika melihat bagaimana Rasulullah Shallallahu’alahi sallam mengabarkan betapa mudahnya wanita masuk surga, bayangkan sebagaimana anak-anak, wanita tidak diwajibkan pergi berjihad ke medan perang jika ada perang, tidak diwajibkan mendatangi sholat jumat, bahkan yang terbaik wanita boleh untuk tidak menghadiri sholat lima waktu berjamaah di masjid. Tugas wanita ringan, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits,

“Apabila seroang wanita shalat lima waktu dan puasa ramadhan dan menjaga kesuciannya serta mentaati suaminya dikatakanlah kepadanya masuklah kedalam surga darimana saja yang anda inginkan.” (Shahihul Jami’ li al-Albani, 660).

Para wanita yang lebih memilih pekerjaan karirnya daripada rumah tangganya, jangan tunggu sampai segalanya hanya tinggal penyelasan,

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Faathir:37)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2012 in tulas -tulis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s