RSS

Hizbut Tahrir, mendakwahkan paham yang menyuburkan terorisme

05 Okt

Pada jumatan hari ini, saya mendapatkan sebuah buletin yang disebarkan oleh Hizbut Tahrir dengan nama “Buletin Dakwah Al Islam”. Tema yang diusung kali ini dalam buletin tersebut adalah

“Awas, Ada Pihak yang Mengail di Air Keruh dalam Isu Terorisme!”.

Di dalam buletin itu Hizbut Tahrir hendak menegaskan bahwa terorisme bukan paham yang di anut dalam Islam. Lalu Hizbut Tahrir pun menegaskan bahwa ada skernario asing di balik isu terorisme. AS, Inggris, dan negara – negara sekutunya menggunakan isu terorisme ini untuk mempertahankan penjajahan mereka terhadap Indonesia.

Buletin itu pun mengetengahkan dalil – dalil yang mengaskan bahwa Terorisme tidak ada kaitannya dengan Islam.

Berikut dalil yang tertulis dalam buletin tersebut.

Pertama, secara qath’i Islam mengharamkan pembunuhan terhadap manusia, baik muslim maupun non muslim.

Allah berfirman, “Barangsiapa yang membunuh manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain (yang tidak bersalah), atau bukan karena membuat keruksakan di muka bumi, maka seakan – akan membunuh manusia seutuhnya.” (QS. Al – Maidah : 32)

Kedua, merusak dan menghancurkan harta benda milik pribadi maupun umum juga dengan tegas diharamkan oleh Islam.

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu membuat keruksakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang membuat keruksakan.” (QS. Al – Qashash : 77)

Ketiga, Islam juga mengharamkan teror dan intimidasi terhadap orang Islam. Nabi bersabda, “Tidak halal bagi seorang Muslim menteror Muslim yang lain”. (Lihat al-Baihaqi, sunnan al-Kubro, juz X hal. 249)

Imam as-Syaukani berkomentar: “Ini menjadi dalil bahwa tidak boleh (haram) menteror orang Muslim, meskipun hanya sekedar gurauan.” (as-Syaukani, Nayl al-Authar, juz VI, hal. 63).

Keempat, tidak hanya itu, orang – orang non Muslim yang masuk dalam wilayah Islam, dan mendapatkan isti’man (visa masuk dari negara Islam) meskipun dia berasal dari Negara Kafir musuh (Dar al Harb Fi’lan), jika dia hendak belajar Islam, maka dia wajib dilindungi.

Dalam hal ini, Allah berfirman, “Dan jika seorang diantara orang – orang Musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sepmat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya.” (QS. At – Taubah : 6)

Setelah dijelaskan nash – nash diatas, masihkan ada pihak – pihak yang mengaitkan aksi terorisme tersebut dengan Islam?

Jika masih ada, tentu patut dipertanyakan.

Pertama, boleh jadi dia memang anti Islam, lalu sengaja menggunakan isu terorisme ini untuk menyerang Islam.

Kedua, boleh jadi, dia bodoh dan tidak mengerti tentang Islam dan metode perjuangannya, sehingga dengan mudah tertipu dengan slogan dan propaganda yang menyesatkan.

Setelah saya uraikan isi dari buletin tersebut dan dalil – dalil yang digunakan. Lalu apa yang disampaikan terkait judul catatan ini.

Pertama, saya hendak menyoroti dalil nomor empat. Bahwa orang – orang non muslim yang mendapat visa masuk NEGARA ISLAM dan dilindungi oleh PEMERINTAH maka haram hukumnya menyerang mereka, apalagi membunuh mereka.

Pertanyaannya, benarkah HT Indonesia meyakini bahwa INDONESIA adalah NEGARA ISLAM. Beranikah mereka mendakwahkan bahwa INDONESIA adalah NEGARA ISLAM, sehingga setiap orang – orang non muslim dari NEGARA KAFIR musuh (Dar al Harb Fi’lan) yang masuk ke INDONESIA haram hukumnya disakiti.

TIDAK, mereka tidak akan berani. Karena apa yang mereka dakwahkan selama ini menyatakan bahwa INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM. Terlepas mereka tidak menyetujui, tapi selama ini itulah asas dakwah mereka. Mereka menyatakan secara terang – terangan bahwa INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM. Mereka menghaluskan ucapan mereka dengan mengatakan bahwa INDONESIA adalah NEGERI ISLAM.

Padahal kita tahu, selama ini alasan para terorisme di Indonesia melakukan pengeboman terhadap berbagai tempat di Indonesia adalah bertujuan menyakiti bahkan membunuh para delegasi dari Negara Kafir musuh semisal AS, Inggris dan Australia. Mereka beralasan bahwa Indonesia bukan Negara Islam karena tidak melaksanakan syariat Islam otomatis pemimpinnya pun adalah orang kafir.

HT pun menyinggung orang – orang yang berada dibalik aksi terorisme, dimana ada dua pihak yang bisa ditunjuk, pertama mereka yang anti islam kedua mereka, orang – orang bodoh yang tertipu paham dan propaganda sesat.

Pihak pertama saya tidak akan mengomentari, karena sudah jelas bahwa orang – orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridho pada Islam.

Pihak kedua yang hendak saya soroti. Bila dikatakan bahwa ada orang – orang bodoh yang tertipu paham menyesatkan, maka sudah menjadi fakta yang terlihat bahwa orang – orang Islam sendiri (hanya mempunyai semangat tanpa ilmu) yang menjadi pelaku utama (dari kejahatan mereka) dalam melakukan aksi teror.

Hanya patut disayangkan, di satu sisi HT menyodorkan fakta adanya paham menyesatkan yang beredar. Di sisi lain mereka sendiri adalah sumber dari paham menyesatkan tersebut, terlepas ada pihak – pihak lain yang juga sepakat dengan paham yang mereka dakwahkan, yaitu menyatakan bahwa INDONESIA bukan NEGARA ISLAM.

Padahal sudah jelas dan tegas, fatwa dari seorang Ulama Islam yang ilmunya tidak diragukan lagi dengan tegas menyatakan bahwa INDONESIA ADALAH NEGARA ISLAM.

Syeikh Bin Baz dengan tegas menyatakan,

Jika suatu negara di dunia ini,

1. Mayoritas penduduknya Islam.

2. Syiar – syiar Islam di kumandangkan luas, semisal Adzan dan panggilan Sholat Jumat atau panggilan Sholat Ied dan syiar – syiar Islam lainnya di siarkan secara luas tanpa halangan.

3. Pemerintah turut serta berpatisipasi dalam menentukan hari – hari besar Islam seperti awal bulan Ramadhan, awal Iedul Fitri, dan tanggal jatuhnya Iedul Adha dan ikut membantu urusan kaum muslimin.

Maka negara itu adalah NEGARA ISLAM tanpa kecuali. Terlepas apakah negara itu hanya melaksanakan sebagian dari hukum Islam. Apalagi jika negara itu melaksanakan hukum Islam secara kaffah.

Maka dengan ini secara tegas bahwa INDONESIA ADALAH NEGARA ISLAM, dan orang – orang non muslim yang masuk negara ini dengan izin (visa) dari pemerintah wajib mendapat perlindungan.

:::::::::::::::::::::::::

Satu lagi yang patut disayangkan, ternyata sadar atau tidak HT ikut mengail di air keruh dengan adanya isu terorisme. Mereka hendak melancarkan tuduhan tanpa bukti, bahwa aksi terorisme di Indonesia ini dipengaruhi oleh ajaran WAHABI yang mana sering di konotasikan kepada SALAFY, dakwah yang mengajak untuk berada di atas MANHAJ SALAF.

Di Buletin itu mereka menuliskan.

Negara bukanlah bangunan secara fisik, tetapi keyakinan, pemahaman, dan tolok ukur yang diterima rakyatnya. Kalau benar mereka ingin menegakkan Khilafah, mestinya jalan yang ditempuh bukanlah jalan fisik dan teror, di mana jalan seperti ini tidak akan pernah bisa mengubah keyakinan, pemahaman dan tolok ukur yang diterima oleh umat; bahkan tidak bisa mengubahnya apapun. Yang bisa mengubah adalah jalan dakwah.

Pengalaman kasus Wahabi, yang hendak mengubah berkembangnya tahayul, bida’ah dan khurafat yang berkembang di tanah Hijaz dengan menggunakan cara – cara fisik dan peperangan, nyatanya tetap tidak bisa membersihkan penyakit tersebut dari tubuh umat.

Justru perjuangan Wahabi ditunggangi oleh keluarga Saud yang nota bene antek Inggris, untuk menciptakan instabilitas dan separatisme di dalam tubuh khilafah.

Karena cara – cara seperti ini selain hukum Islam secara umum, juga bertentangan dengan metode perjuangan Rosulullah SAW dalam memperbaiki dan mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarkat Islam.

Saya hanya ingin mengatakan, bahwa ucapan mereka tidak sesuai dengan perbuatan mereka. Mereka mengatakan “mestinya jalan yang ditempuh bukanlah jalan fisik dan teror”.

Tapi apa yang sudah sering mereka lakukan?? Mereka mengajak para pendukungnya turun ke jalan, semua orang baik laki – laki ataupun perempuan, tua maupun muda, bahkan anak – anak pun kadang sering diajak. Mereka melakukan demonstrasi, unjuk kekuatan dengan alasan dakwah.

Apa mereka tidak sadar, HT sudah melakukan teror terhadap Pemerintah. Menempuh jalan fisik melawan Pemerintah.

Sungguh jauh ucapan dari perbuatan.

Tidak hanya itu, mereka pun melancarkan fitnah kepada kerajaan Saudi Arabia, dengan menyatakan bahwa negara ini di dirikan atas bantuan intelejen Inggris. Lalu apa rujukan mereka dalam melancarkan fitnah, tidak lain tidak bukan hanyalah catatan seorang agen mata – mata Inggris, yang mana sang agen ini dikisahkan orang yang senang mabuk – mabukan dan suka berbohong.

Mereka tidak sadar, bahwa yang membantu negara Inggris sekutunya dalam meruntuhkan negara Islam adalah kerajaan Syiah yang diwakili oleh kerajaan Syiah Safawiyah di Iran.

Mereka tidak belajar bahwa Syiah selama ini adalah musuh dalam selimut umat Islam. Anehnya mereka malah menyatakan teman kepada mereka dan mengajak mereka untuk melakukan persatuan.

Mereka tidak membaca sejarah, bagaimana Shalahuddin Al Ayubi menumpas kerajaan Syiah Fatimiyah sebelum berhasil merebut Palestina dari dari tangan Salibis. Karena kerajaan Syiah tersebut menghalang – halangi perjuangan Shalahuddin Al Ayubi dalam merebut Palestina.

Seharusnya HT bersyukur kepada Allah dengan adanya gerakan Manhaj Salaf. Seharunya mereka berterima kasih kepada para Ulama yang selalu menasehati mereka.

Bukankah dahulu, didalam tubuh HT ada ajaran yang membolehkan melihat gambar ataupun film yang mempertontonkan aurat.

Bukankah dahulu, didalam tubuh HT ada ajaran yang menolak hadits Ahad dalam masalah Aqidah walaupun sudah jelas hadits itu Shohih, sehingga mereka tidak beriman kepada berita – berita ghaib dari lisan Rosulullah diantaranya tidak mempercayai akan adanya Dajjal dan adanya azab kubur.

Bukankah dahulu, didalam tubuh HT ada ajaran yang membahas takdir yang mirip dengan ajaran Mutazilah.

Walaupun belum secara resmi di cabut dari HT, tapi para pemuda HT ikut mengambil manfaat dari Ilmu yang di dakwahkan para Ulama Salafy.

Maka nasehat yang dipetik, bagi HT cobalah jalankan apa yang sudah engkau ucapkan di dalam buletin yang engkau terbitkan sendiri.

Taatlah pada ucapan sendiri yang ini,

“Kalau benar mereka ingin menegakkan Khilafah, mestinya jalan yang ditempuh bukanlah jalan fisik dan teror, di mana jalan seperti ini tidak akan pernah bisa mengubah keyakinan, pemahaman dan tolok ukur yang diterima oleh umat; bahkan tidak bisa mengubahnya apapun. Yang bisa mengubah adalah jalan dakwah.”

Dan hentikanlah mengail di air keruh terhadap isu terorisme

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2011 in tulas -tulis

 

4 responses to “Hizbut Tahrir, mendakwahkan paham yang menyuburkan terorisme

  1. Al-zulfikar

    Juli 13, 2012 at 10:43 pm

    sebaiknya antum tabayyun dulu kepaada HT, khwatir jd fitnah

    jwb:Para teroris yang selalu melakukan pemboman pun tidak pernah mau mereka disebut teroris, tapi ada satu kesamaan pemikiran menyatakan pemerintah ini adalah kufur dan tidak sah

     
  2. tantri

    Juli 27, 2012 at 5:58 pm

    Berdasarkan Al Fatawa As Sa’diyyah karya Syaikh Abdurrahman Nashir ASa’diy 1/92, cetakan II tahun 1402, Maktabul Ma’arif Riyadl, negara islam didefinisikan ”bila suatu negara menegakkan hukum Islam secara keseluruhan tanpa kecuali dan diperintah oleh orang-orang muslim serta kebijakan ada di tangan mereka, maka negara tersebut adalah negara Islam, meskipun mayoritas penduduknya kafir”.

    Bila suatu negara membabat hukum Islam dan menyingkirkannya, kemudian mereka menerapkan qawaniin wadl’iyyah (undang-undang buatan manusia),baik dari mereka itu sendiri atau mengambil dari hukum-hukum orang lain,baik dari Belanda, Amerika, Portugal, Inggris atau yang lainnya, maka pemerintahan itu adalah pemerintahan kafir dan negaranya adalah negara kafir(Naqdul Qaumiyyah Al’Atabiyyah karya Al Imam Abdul Aziz Ibnu Bazhal 50-51 atau Majmu Fatawa Wa Maqaalat Mutanawwi’ah karya Syaikh IbnuBaz I/309-310) meskipun mayoritas penduduknya adalah kaum muslimin(Al Fatawa As Sa’diyah 2/92). Shalat, shaum, zakat, haji dan ibadah dhahir lainnya yang masih dilakukan oleh para penguasa tersebut ataupun nama Islam yang mereka sandang itu tidak ada manfaatnya, jika mereka tetap bersikukuh di atas prinsip itu, sebab mereka telah kafir lagi murtad dan negaranya adalah negara kafir (Ta’liq atas Fathul Majid oleh Al Faqiy 373).

    Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah (Naqdul Qaumiyyah Al Arabiyyah yang dicetak dengan Majmu Fatawa waMaqaalaat Mutanawi’ah I/309-310) mengatakan, “setiap negara yang tidak berhukum dengan syari’at Allah dan tidak tunduk kepada hukum Allah serta tidak ridla dengannya, maka itu adalah negara jahiliyah, kafirah, dhalimah, fasiqah dengan penegasan ayat-ayat muhkamat ini. Wajib atas pemeluk Islam untuk membenci dan memusuhinya karena Allah dan haram atas mereka mencintainnya dan loyal kepadanya sampai beriman kepada Allah saja dan menjadikan syari’atnya sebagai rujukan hukum dan ridla dengannya”.

    Syaikh Shalih AL Fauzan hafidhahullah (dalam Al Muntaqaa Min Fatawa Fadlilatusy Syaikh Shalih Al Fauzan 2/254 No.222) berkata, ”yang dimaksud dengan negeri-negeri Islam adalah negeri yang dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan syari’at Islamiyah, bukan negeri yang di dalamnya banyak kaum muslimin dan dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan bukan syari’at Islamiyah. (Kalau demikian), negeri seperti ini bukanlah negeri Islamiyyah”.

    Para ulama yang tergabung di dalam Al Lajnah Ad Daimah ketika ditanya tentang negara yang dihuni banyak kaum muslimin dan pemeluk agama lain dan tidak berhukum dengan hukum Islam, mereka mengatakan, kaum muslimin dan pemeluk agama lain dan tidak berhukum dengan hukum Islam, mereka mengatakan, ”bila pemerintahan itu berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, maka pemerintahan itu bukan Islamiyyah”(fatwa Al Lajnah Ad Daimah 1/789 No. 7796 diketuai oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah). Bahkan pemerintah atau hukum itu adalah pemerintah atau hukum Thagut.
    Hizbut tahrir dalam Muqaddimah ad Dustur (UUD Negara Khilafah) Pasal 2, menyatakan ”Negara Islam adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum Islam dan keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan Islam. Negara kafir adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum kufur dan keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan bukan Islam”.
    -Wallahu a’lam bish-shawabi-

    Dijawab: Jawaban lengkapnya ada disini – Bila Aman Enggan Menutupkan Topeng Di Wajahnya (Dialog Bersama Takfiriy)

     
  3. yudhistira23

    Agustus 16, 2013 at 11:19 pm

    menurut saya Indonesia belum menjadi negara Islam (yang seutuhnya), karena dalam negara islam yang seutuhnya hukum yang diterapkan adalah hukum islam, pencuri di potong jarinya, penzinah di rajam. Indonesia masih ikutin perintah-perintah pemerintah dunia, demokrasi, HAM, itu yang beberapa hal yang menjadi backdoor dari pemerintah dunia buat racunin indonesia dari dalam.

    tanggapan dalil no 4 ente salah, disana ada kata-kata “meskipun dia berasal dari Negara Kafir musuh (Dar al Harb Fi’lan), jika dia hendak belajar Islam, maka dia wajib dilindungi.”
    apakah yang datang itu mau belajar islam? gak bro, mereka pengen Indonesia ancur.

    menanggapi pernyataan ente yang “Mereka mengajak para pendukungnya turun ke jalan, semua orang baik laki – laki ataupun perempuan, tua maupun muda, bahkan anak – anak pun kadang sering diajak. Mereka melakukan demonstrasi, unjuk kekuatan dengan alasan dakwah.”
    setahu saya saat lihat mereka demo, gak ada yang namanya “teror” atau “jalan fisik” yang ente sebut bro, mereka saya lihat tertib, ga pernah berujung demo atau tawuran.

    jadi jangan hanya menilai dari sebuah tulisan mas bro, lihat dan perhatikan mereka dari dekat. maka ente akan tau.

    NB : saya bukan dari ormas manapun loh, saya hanya orang yang memperhatikan sekitar😀

     
  4. citato

    November 12, 2013 at 1:00 pm

    betul!negara islam itu kalau hukum yang diterapkan adalah hukum Islam, walaupun mayoritas kafir!contohnya negara Islam yang pertama didirikan di Madinah, umat Islam kala itu jumlahnya cuma sepertiga sadja. dari itu aja tampak bahwa sekarang ini TIDAK ADA LAGI NEGARA ISLAM (daulah khilafah).

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s