RSS

KUPAS TUNTAS MASALAH HAJI TAMATTU

04 Okt

Tamattu’ ialah melakukan umrah pada bulan-bulan haji, kemudian bertahallul darinya. Lalu melakukan haji pada tahun itu juga. Makna tamattu’ ialah bersenang-senang.

Disebut demikian karena setelah umrah jamaah haji meninggalkan ihramnya dan bisa kembali bersenang-senang dengan isterinya, wewangian, pakaian, dan lain sebagainya hingga tanggal delapan Dzul Hijjah, di samping ia cukup sekali safar (perjalanan) untuk bisa haji dan umrah.
Istilah tamattu’ juga kadang ditujukan untuk orang yang haji qiran karena dengan begitu ia cukup melakukan safar satu kali ke Baitullah tapi bisa melakukan umrah & haji sekaligus dan ini merupakan salah satu kesenangannya.

Tapi apa yang terjadi, orang – orang syiah begitu bangganya menceritakan kisah seputar Haji Tamattu’. Ketika pembahasan soal Mutah, mereka selalu menggiring kepada persoalan ini.

Maka jawabannya..

Pertama, Haji Tamattu’ adalah sunnah Nabi. Apa dalilnya..

Ibnu Abbas berkata: “Orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansor dan isteri-isteri Nahi Shallallahu’alahi Was Sallam, berihrom di Haji wada’ dan kami pun berihrom.

Maka setelah kami sampai di Mekah Rasulullah Shallallahu’alahi Was Sallam berkata: ‘Jadikanlah ihrommu untuk haji menjadi untuk umroh selain orang yang menuntun hadyu.’

Lalu kami berthawaf di bait (Allah) dan (sa’i) di Shafa dan Marwah, dan (setelah tahallul) kami menggauli isteri-isteri dan mengenakan pakaian (biasa), dan beliaupun bersabda: ‘Barang siapa telah menuntun hadyu maka tidak boleh bertahallul baginya sehingga hadyu sampai waktu penyembelihannya.’

Lalu beliau perintahkan kami pada sore hari Tarwiiyah supaya berihrom untuk haji, maka setelah selesai dari pekerjaan-pekerjaan haji, kami datang (di masjid haram) lalu kami thawaf di bait (Allah) dan sa’i di Shafa dan Marwah. Maka telah sempurnalah haji kami dan kami wajib membayar hadyu.”

(H.R. Bukhari)

Ibnu Abbas berkata: “Lalu mereka mengumpulkan dua ibadah dalam satu tahun, antara haji dan umrah, maka sesungguhnya Allah telah menurunnkan (keterangan) nya dalam kitabnya dan RasulNya telah menyunahkannya dan memperbolehkannya bagi orang-orang selain penduduk Mekah. Allah berfirman: ‘Yang demikian itu bagi yang keluargannya tidak tinggal di tanah haram.'”

(H.R. Bukhari)

Sampai sekarang para Ulama ahlu sunnah tidak ada satupun yang mengharamkannya.

Tapi ada satu masa ibadah Haji Tamattu ini pernah dilarang di masa Abu Bakar dan Umar Rhadiyallahu’anhum.

Nah sejarah ini selalu digunakan syiah untuk mendiskreditkan para sahabat, dan menjadikan senjata oleh mereka akan halalnya mencaci maki sahabat mulia.

Seputar bukti adanya pelarangan Haji Tamattu’,

Hajjaj menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Al A’masy dari Al Fudhail bin Amr ia berkata tampaknya dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata “Nabi Shallallahu’alahi Was Sallam bertamattu’ “.

Lalu Urwah bin Zubair berkata: ”Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu’”.

Maka Ibnu Abbas berkata ”Apa yang dikatakan Urayyah?”. Ia menjawab ”Ia berkata Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu’ ”.

Ibnu Abbas berkata ”Tampaknya mereka akan binasa! Aku katakan ’Nabi Shallallahu’alahi Wass Sallam bersabda’, ia justru berkata ’Abu Bakar dan Umar melarang’ ”. (HR. Ahmad, hadits Shohih)

Hadits di atas ada tiga hikmah yang bisa di ambil,

1. Pernah ada pelarangan Haji Tammatu pada masa Abu Bakar dan Umar Rhadiyallahu’anhum.

2. Pelarangan Haji Tammatu murni ucapan Abu Bakar dan Umar Rhadiyallahu’anhum.

3. Tentang doa kecelakaan yang di ucapkan Ibnu Abbas Rhadiyallahu’anhu kepada siapa saja yang menyanggah hadits Nabi Shallallahu’alahi Was Sallam yang disampaikan kepadanya dengan ucapan seseorang.

Kedua, para sahabat

Dari Said bin Al Musayyab yang berkata: “Ali dan Utsman berselisih paham tentang haji tamattu’ di tempat yang bernama Usfan.

Ali berkata kepada Usman : ‘Engkau tidak menginginkan kecuali melarang perkara yang pernah dilakukan Nabi Shallallahu’alahi Was Sallam’.

Maka ketika Ali tetap pada pendiriannya, Beliau bertalbiyah menunaikan haji tamattu’.” (HR. Bukhari)

Dari sini, Utsman pun melarang orang – orang melakukan haji tammattu’ dan Ustman pun mengetahui bahwa hal itu pernah dilakukan di masa Nabi Shallallahu’alahi Was Sallam.

Dari sini bisa kita tarik kesimpulan,

Pertama, para sahabat Abu Bakar, Umar dan Utsman Rhadiyallahu’anhum mengetahui bahwa hajji tamattu’ pernah dilakukan pada masa Nabi Shallallahu’alahi Was Sallam.

Kedua, para sahabat tersebut tidak melakukan pengharaman hanya pelarangan.. karena pengharaman dengan pelarangan konswekuensinya berbeda.

Dari semua redaksi hadits diatas tidak ada satupun ucapan dari ketiga sahabat tersebut mengHARAMkan.. yang ada MELARANG.

Dan yang dilarang adalah ibadah Umrahnya bukan ibadah Hajinya, karena dengan melakukan umrah di bulan haji lalu melakukan haji dinamakan Haji Tamattu.

Maka apa tujuannya??

Larangan ketiga sahabat untuk melakukan haji tamattu’ ialah agar supaya orang-orang tak mencukupkan diri mengunjungi Baitullah sekali saja dalam setahun, agar selain mengunjungi Baitullah lewat ibadah Haji juga mengunjungi Baitullah lewat ibadah Umrah. Agar Baitullah selalu ramai dikunjungi, agar Syiar Islam selalu nampak dan manusia tidak banyak sibuk dengan urusan dunia. Sehingga mereka melarang untuk haji tamattu’ dan menganjurkan haji ifrad.

Bolehkah larangan ini terjadi.. maka jawabannya ini adalah kebijakan pemerintah..

Sebagai contoh sekarang ada kebijakan dari pemerintah yang melarang orang yang berusia dibawah 18 tahun dan berusia lanjut untuk berangkat pergi haji.

Apakah kita mengatakan bahwa hukum pergi haji bagi usia tersebut menjadi haram karena pelarangan ini.

Maka bagi yang berakal akan memahami semua peristiwa ini.

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d : 19 -21)

Hubungannya Haji Tammatu dengan Nikah Mutah?? Tidak ada sama sekali.

Berkaitan dengan Syiah

Syiah tidak berniat mencari kebenaran, mereka hanya berniat mencari cara agar bisa menjatuhkan kredibilitas sahabat Rasulullah. Padahal Iran dan sejumlah negara lainnya pernah melakukan pelarangan yang sama.

ini adalah bukti shohih :

http://parkirbebas.com/berita/2-pengetahuan-dan-teknologi/111-tunisia-melarang-pergi-haji-karena-h1n1.html

Tunisia dan Iran melarang warganya pergi Umrah tahun ini karena alasan yang sama.
Tapi pergi Umrah bukanlah sebuah kewajiban, sementara pergi haji diwajibkan bagi tiap Muslim yang mampu melakukannya sekali seumur hidup.

http://122.200.145.230/index.php?mib=news.detail&id=89771

TEHERAN, (PRLM).- Pemerintah Iran kemungkinan akan melarang warganya untuk pergi menunaikan ibadah umrah ke Mekah selama bulan Ramadan karena khawatir warganya terkena flu babi. Demikian menurut Menteri Kesehatan Iran, Kamran Bagheri Lankarani, Kamis (30/7).

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Naik+Haji%2C+Festival+Politik+Muslim&dn=20071221075059

Ibadah haji yang dipolitisir mengakibatkan hubungan antara republik syiah Iran dan Kerajaan Arab Saudi mencapai titik terburuk. Pada tahun 1980an, di bawah pemerintahan Ayatullah Khomeini, Iran memutuskan setiap tahun menggelar demonstrasi pada acara naik haji menentang “kekuatan setan”. Yang dimaksud adalah Amerika Serikat. Pada 1987 demonstrasi itu tidak terkendali dan mengakibatkan bentrokan dengan tentara Arab Saudi.

Peristiwa itu menewaskan 402 orang, sebagian besar warga Iran. Setelah itu Iran memboikot ibadah haji ke Mekkah. Baru pada 1991, jemaah haji Iran kembali muncul di Arab Saudi dan hal itu merupakan pertanda bahwa Iran dan Arab Saudi berupaya rujuk.

ini contoh penolakan seorang tokoh atas kebijakan pemerintah, hal wajar jika dia memiliki dalil yang shohih.

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-qaradawi-pelaksanaan-haji-tidak-boleh-ditunda-cuma-karena-flu-babi.htm

“Ibadah haji dan umrah tahun ini tidak perlu ditunda, karena itu tidak dibenarkan dalam syariat Islam,” kata Syaik Qardhawi yang dikutip harian Al-Watan edisi Minggu (13/9).

Menurutnya, Muslim yang sudah berniat menunaikan ibadah haji bisa melakukan langkah pencegahan tertular virus flu babi misalnya dengan divaksin sebelum berangkat haji. Meski demikian, Qardhawi menyarankan mereka yang memang takut tertular, untuk menunda perjalanan hajinya tahun ini.

“Terutama mereka yang sudah lanjut usia, yang mempunyai penyakit kronis atau mereka yang sudah berhaji sebelumnya,” jelas Qardhawi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 4, 2011 in tulas -tulis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s