Jangan dengarkan atau tanyakan maka kamu akan selamat.
Pro kontra memang, apakah janin dari seorang bayi bisa diketahui jenis kelaminnya ketika dikandungan pada waktu USG ?? Ada yang mengatakan yaa, karena kecanggihan teknologi, ada juga yang kontra karena rahim adalah suatu yang ghaib.
Sebenarnya permalasahan ini, terutama dikalangan umum, harus ditarik dulu benang awal mula keyakinan tersebut. Mungkin diantara kita ada yang sering melihat foto suatu janin bahkan memiliki foto – foto perkembangan janin. Saya punya pengalaman, ketika isteri saya hamil pertama kali, dia dipinjamkan oleh saudara buku yang berisi tumbuh kembang janin selama 9 bulan didalam rahim. Foto – foto itu begitu fantastis, bahkan memperlihatkan dengan jelas tubuh dari sang janin.
Isteri saya takjub ketika meilhat foto – foto tersebut, bagaiaman hebatnya mereka “orang barat” bisa memotret janin yang dalam kandungan dan menyajikan dalam sebuah foto. Tapi saya tidak percaya, karena satu hal, suatu foto bisa terbentuk jika ada pantulan cahaya, padahal sudah dijelaskan dalam al-Quran :
“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS. Az Zumar)
artinya, bagaimana mungkin bisa memotret kalau tidak ada cahaya yang bisa masuk atau keluar. Saya katakan kepada isteri saya, itu tidak mungkin, walaupun memang terlihat sekali bahwa itu sebuah foto dari janin maka penjelasan yang masuk akal saat itu bagi saya kepada isteri saya hanyalah pernyataan bahwa itu adalah animasi grafis komputer, walaupun sebagai orang IT, gambar tersebut terlalu sempurna untuk di hasilkan lewat grafis komputer.
Tapi, alhamdulillah saya mendapatkan penjelasan yang nyata. Dalam sebuah buku dijelaskan awal mula foto – foto, janin. Buku itu memperlihatkan foto – foto janin yang berwarna grayscale, menunjukkan foto itu diambil sebelum ada camera berwarna. Di buku itu dijelaskan, bahwa foto – foto ini diambil oleh seorang peneliti selama 5 tahun di sebuah Rumah Sakit dari janin – janin yang keguguran ataupun aborsi. Dia mengumpulkan foto – foto tahapan – tahapan janin tersebut.
Kini jelas sudah, bahwa foto – foto janin yang seperti mempelihatkan nyata janin itu terutama sekarang adalah gabungan foto janin yang sudah diluar rahim dengan efek komputer.Sekarang jelaslah kita tahu, bahwa tidak mungkin melihat janin yang sedang dalam rahim kecuali rahimnya tersebut di buka.
Lalu kok bisa sih USG mengambarkan keadaan janin. Karena USG menggunakan pantulan suara, yaa seperti kelelawar yang terbang dimalam hari, dia menggunakan suara ultrasonicnya untuk bernavigasi ataupun mendapatkan bentuk dari makanan yang diincarnya.
So, namanya juga pantulan suara, pastinya tidak akan memperlihatkan keadaan bentuk sebenarnya. Tapi bagaimanapun saya tidak menapikan adanya USG. Saya punya dua anak, yang paling besar baru berumur 1 tahun 6 bulan. Anak saya dua – dua di USG, yang pertama dorongan dari diri sendiri, yang kedua atas saran bidan karena sepertinya kandungannya agak bermasalah.
Maksudnya apa ?? Saya meminta isteri saya di USG itu bukan untuk melihat jenis kelamin janin yang dikandung isteri saya, tapi ingin melihat kondisi kandungannya. Karena menurut saya inilah manfaat utama USG. Pertama, dalam fikiran saya, USG bisa mengetahui kondisi air ketuban.
Ada perbedaan bentuk antara suara dan cahaya. Suara lebih sensitif terhadap kandungan air dibandingkan cahaya karena suara pangjang gelombangnya lebih pangjang dan frekuensinya lebih rendah dibandingkan cahaya, itulah mengapa kapal selam menggunakan suara bukan camera.
Kembali ke air ketuban, Pertama harapan saya dengan meng USG adalah dengan USG diharapkan dokter bisa mengetahui kualitas air ketuban janin yang dikandung isteri saya. Kedua, diaharapkan dokter bisa memprediksi dan menghitung denyut nadi dari janin yang dikandung. Sehingga bisa diketahui adanya masalah atau tidak.
Bagi saya itulah manfaat USG, coba tanyakan kepada hati mu sendiri, apa sih manfaat mengetahui jenis kelamin dengan USG ?? Tidak, sama sekali tidak ada manfaatnya, malahan hanya menambah kerusakan.
“hati tidak bisa dibohongi“
Bukankah sudah sering terjadi, disebabkan “tebak – tebakan” dokter soal jenis kelamin, kelahiran anak jadi tidak begitu menggembirakan lagi, karena tidak “sesuai” dengan rencana semula.
Berapa banyak orang yang menggugurkan kandungannya ketika mendapatkan “informasi” jenis kelamin dari anak yang dikandungnya tidak sesuai dengan yang diharapakan. Bagi saya bukan informasi, tapi ramalan. USG itu ibarat ilmu perbintangan, jika kita salah menggunakan maka hanya akan menjerumuskan kita pada keruksakkan.
Saya lebih senang tidak mengetahui jenis kelamin yang dikandung isteri saya, bahkan ketika di USG, saya katakan kepada dokternya langsung bahwa saya tidak mau tahu jenis kelaminnya.
“Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?” (QS. An-Najm : 35)
Bagi saya, kelahiran anak ibarat malam pengantin, ketidaktahuan malah memberikan kebahagiaan tersendiri
“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)
Pengetahuan itu hanyalah milik Allah. Cukuplah kita mengetahui hal – hal yang bermanfaat.
Bagi saya, ada suatu hal yang lebih bermanfaat dibandingkan mengetahui jenis kelamin. Seperti sebuah penelitian yang meneliti pengaruh suara terhadap janin. Penelitian itu meneliti, bahwa suatu bayi lebih bereaksi terhadap suara yang sering didengarnya ketika dia masih didalam janin. Suatu bayi lebih bereaksi dengan suara ibunya dan saudara – saudara ibunya dibandingkan suara lain. Lalu penelitian itu melanjutkan, jika suatu janin didengarkan musik tertentu maka ketika lahir dia lebih merespon terhadap musik itu dibandingkan yang lain. Ingat penelitian itu bukan melihat suatu yang ghaib, tapi melihat fenomena ketika sang janin sudah tidak ghaib lagi atau sudah menjadi bayi (sudah lahir janinnya).
Tapi menurut pandangan saya sebagai seorang muslim, bukankah lebih baik kita memperdengarkan murrotal (bacaan) al-Quran dibandingkan musik yang tidak bermanfaat sedikitpun, karena ini lebih bermanfaat, toh bukankah kita sering berdoa dan meminta agar anak kita menjadi anak yang sholeh.
(“Harap bedakan dengan mitos yang sering mengatakan, janin kalau di berikan salam, dia akan menjawab dalam perut, hanya kita tidak mendengar, gimana mau jawab salam, bicara aja belum bisa” )
Mungkin inilah hikmah dibalik ayat al-Quran selalu mendahulukan pendengaran dibandingkan penglihatan dan hati.
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)
“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur .” (QS. Al-Mu’munin: 78)
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As-Sajdah : 9)
Coba bayangkan begini, seorang janin sudah bisa mendengar, lalu setelah lahir dia bisa melihat, baru kemudian dia punya mental sesuai perkembangan otaknya. Jadi benarlah firman Allah azza wa jalla, urutannya pendengaran, penglihatan dan hati.
Bahkan didalam al-Quran, pendengaran dijadikan tolok ukur seseorang sudah meninggal atau belum.
“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar .” (QS. Faathir : 22)
Eh lalu bagaiman dengan yang tuli, jangan salah, orang yang tuli pun bisa mendengar dengan sentuhan. Bukankah laba – laba juga mendengarkan mangsanya dengan sentuhan, orang tidak diketahui mati pun selalu diguncang – guncang dan dipanggil untuk mengetahui keadaan hidup dan matinya.
Kembali ke USG lagi
, pokoknya saran saya kalau mau USG, bilang aja sama dokternya, “Dok saya tidak mau dibilangin jenis kelaminnya, tapi pengen tahu kondisi kehamilan”.
Lebih asyikkan dengan kejutan, dibandingkan nanti “mengecewakan”.
Setuju tidak ??
DIarsipkan di bawah: tulas -tulis | Ditandai: Janin
Artikel (RSS) 






bener juga seh,tapi gak ada salahnya juga pengen tau jenis kelamin sang jabang bayi.
Yee mbak, justru disitu salahnya pengen tahu jenis kelamin sang jabang bayi.
Dokter kan hanya mengakomadasi permintaan. Kalau tidak ada permintaan malah menolak, Dokter juga kan gak mau.
Karena selama ini, USG malah jadi bisnis Dokter. Coba bayangkan, kakak saya aja mengajak isterinya sampai berkali – kali ke USG, bahkan katanya ke USG yang 3D pun dijalani hanya ingin yakin jenis kelamin janinnya itu, laki – laki atau perempuan.
Wah bisa dibayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan, kan bisa masuk kategori menghambur – hamburkan harta itu.
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya penghambur – hambur harta itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al – Isra : 26 – 27)
kayaknya perlu juga dech tau gendernya.., jadi bida mempersiapkan nama yang baik.., nama itu kan doa. juga ga salah beliin perlengkapan babynya.. kalau udah beli baju cewek yg lahir cowok khan mubazir..
Sebelum ada USG, orang – orang bisa memberi nama yang baik. Malah kadang lebih baik dari sekarang.
Waktu isteri saya hamil, saya sudah mempersiapkan dua nama, buat laki – laki dan perempuan.
Seingat saya, pakaian bayi baru lahir itu sama. Mulai beda itu ketika sudah 40 hari.
———————————————————–
Maaf, nih tapi sekarang bayangkan. Seorang ibu dikabarkan akan punya anak laki – laki. Maka dia beli baju anak laki – laki, pada saat lahir. Usia 3 bulan, usia 6 bulan, dst.
Ternyata lahir bayi perempuan, lalu kemanakan bajunya?? Apakah itu mubazir juga, mubazir itu kalau bajunya dibuang,kan kalau disedekahkan/dihadiahkan fakir miskin tidak akan mubazir.
Jadi intinya, mengetahui jenis kelaminnya atau tidak yaa sama aja. Malah lebih tidak mubazir jika tdk tahu jenis kelaminnya, jadi belinya saat nanti setelah kelahiran saja.
Betul tidak.
Baca artikel seputar janin lainnya di http://kilasanku.wordpress.com/2008/09/22/kejahatan-aborsi/
Aku juga USG supaya bisa siap-siap. Dahulu saat kandunganku jalan beberapa bulan, sudah dikasih tahu dokter anaknya perempuan. Jadi aku dan suami bisa siapkan namanya, siapkan baju-bajunya, boneka yang cocok, sampai pernak-pernik.
Alhamdulillah kelahirannya lancar, dan memang anakku perempuan. Menurut dokter yang menanganiku (beliau juga muslimah berjilbab), USG bukan tebak-tebakan. Itu sudah pasti karena alat kelaminnya sudah terbentuk, bukan prediksi atau kira-kira seperti ramalan cuaca.
Untuk kita yg orang biasa, manfaatnya mungkin cuma itu aja tau jenis kelamin ( jadi bisa pilih nama, pilih baju, dll). Tapi di dunia kedokteran, USG itu dipakai lebih jauh lagi. Itu bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit, kesalahan posisi janin, pengecekan pra-operasi, ataupun untuk yang lainnya juga. Alhamdulillah kita hidup di zaman modern, sehingga bisa mendapatkan banyak kemudahan dari teknologi masa kini.
Bahkan aku sempat ditawarkan untuk memilih jenis kelamin anak, tapi aku tak mau. Masih seram kalau yang rekayasa, meski pun sudah dijamin aman.
Buat mbak shanna, benar bahwa USG banyak sekali manfaatnya. Saya tidak menyalahkan USGnya, tapi yang saya pertanyakan penggunannya buat mengetahui jenis kelamin bayi, disana masalahnya.
Apa sih manfaatnya mengetahui jenis kelamin bayi. Berapa banyak uang dikeluarkan untuk USG demi memenuhi rasa penasaran bukan manfaat. Alangkah baiknya disedekahkan atau digunakan untuk hal yang berguna lainnya.
Jadi, luruskan niat jika ingin mengUSG kehamilan, apakah karena masalah kesehatan atau penasaran.
—————————
Catatan : Apalagi kalau dokternya laki – laki. Auratnya diperlihatkan, padahal tidak ada sakit dalam dirinya, tidak dalam darurat yang menjadikan uzur.
Maka, apakah para suami tidak cemburu.??
Menurut q th jenis klamin jg g mslh.yg pntg bgaimana ht qt mnyikapi.klo krn tkt kebhgiaan b’krg toh sm j ktika by tu lahir t’nyata jns klamin-y g ssuai yg qt hrpkan,bs jd buat qt kcewa blakangn.itu jg serem.bs2 ank xg udh lahir g d urus.oia,u/ biaya USG,slama ni d RSIA q cm byr 70rb,tu udh bea knsultasi&USG.krn stp konsultasi pst d USG.D bidan jg skg da USG&msh t’golong murah ko
ternyata jika dipikirkan lebih lanjut, melihat jenis kelamin dengan USG termasuk ramalan ya………
Terima kasih infonya……
makasih mas..tlh menyadarkanku..ak ibu dr 3 anak co, lg hamil ke4 sampe minggu ke 28 bayinya msh ngumpetin kelaminnya, akhirnya di minggu ke 32 baru dikeliatanin itupun dari samping..tp dokternya dng yakin bilang itu cewek..sking bahagia n penasaran png cepet 2 ke dokter lain u liat usg lagi malah png usg 4 dimensi skalian biar tmbh jelas..tapi stlh bc tulisan ini..jd urung lagi ngapain buang2 uang..toh kalo emang ce keluarnya juga ce…
alhamdulillah… jika tulisan ini bermanfaat
lbih baik kita bergembira dengan kejutann.. kdng hakikat pengetahuan itu lbih berharga pada saat memang kita tidak tahu dari awalnya dibandingkan kita sudah tahu duluann.. dari hal yang meragukan..
wallahu’alam